Kawah Gunung Maru , Desa Pura Selatan , Kecamatan Pulau Pura 3 September 2026 — Jemaat Betel Retta melaksanakan Ibadah Syukur Siklus Tani di Kawah Gunung Maru, Kamis, 3 September 2026. Ibadah ini menjadi momentum bagi jemaat untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas pemeliharaan-Nya melalui alam dan hasil pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan ibadah berlangsung di tengah suasana alam Kawah Gunung Maru yang memiliki medan yang menanjak, berbatu dan cukup terik. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat jemaat untuk hadir dan bersama-sama memuji serta memuliakan Tuhan.

Kawah Gunung Maru memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kehidupan dari hasil tanah. Berbagai tanaman seperti singkong, ubi keladi, pisang, pepaya dan hasil kebun lainnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Melalui Ibadah Syukur Siklus Tani ini, jemaat diajak untuk menyadari bahwa tanah, hujan, matahari, tanaman dan hasil kebun merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Ibadah juga menjadi kesempatan bagi jemaat untuk membawa seluruh pergumulan kehidupan dan pekerjaan sebagai petani kepada Tuhan, serta memohon berkat dan penyertaan-Nya bagi musim tanam dan musim panen yang akan datang.

Dalam suasana kebersamaan di tengah alam Kawah Gunung Maru, jemaat kembali diingatkan bahwa hasil pertanian bukan hanya soal kerja keras manusia, tetapi juga tentang kasih dan pemeliharaan Tuhan.

Ibadah Syukur Siklus Tani kemudian ditutup dengan doa dan ucapan syukur. Kegiatan ini meninggalkan pesan penting bagi seluruh jemaat untuk terus bekerja, menjaga alam, hidup dalam kebersamaan serta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap usaha dan kehidupan.

“Dari tanah kita bekerja, dari hasilnya kita hidup, dan kepada Tuhan kita mengembalikan segala syukur.”

Pewarta : Yander

Photografer : Zakeus Moduhina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *